Selasa, 11 Desember 2012

KLASIFIKASI SEPEDA ONTHEL
Sepeda onthel dalam dunia sepeda internasional diklasifikasi sebagai Dutch old style bicycle. Sepeda dengan ban ukuran diameter 28 nchi, kemudian menggunakan rangka 57, 61 atau 66 cm adalah cocok dengan perawakan orang-orang Belanda yang konon terkenal sebagai bangsa Eropa yang memiliki tinggi badan tertinggi dibanding bangsa-bangsa Eropa lainnya. Di Indonesia, tipe sepeda ini memiliki banyak nama alias seperti sepeda kebo, sepeda unta dan sepeda jawa. Menurut www.dutchbikeseattle.com, Sepeda onthel memiliki varian-varian berdasarkan gender, fungsi dan bentuk. Berdasarkan gender, sepeda onthel dibedakan menjadi sepeda pria (heren atau opa fiets) dan sepeda wanita (dames atau oma fiets). Secara sederhana, opa fiets dikenali dari bentuk rangka horizontal, sedangkan oma fiets dikenali dari bentuk rangka yang melengkung ke bawah.

 Susuri Sudut Kota dengan Laju “Low Rider”

SEJUMLAH sepeda berbentuk unik berjejer di pelataran aspal. Keunikan itu terlihat dari bentuk dan struktur frame, setang, sandaran, hingga joknya. Tak pelak lagi, sepeda bukan sekadar alat olah raga atau alat transportasi semata, namun bisa juga untuk bergaya.
Itulah pemandangan yang terlihat di sekitar Balai Kota Bandung setiap Minggu pagi. Sekelompok anak muda yang meminati sepeda jenis low rider biasa berkumpul di sana, untuk bersilaturahmi, sharing modifikasi sepeda, atau sekadar mengayuh sepedanya mengitari Balai Kota. Kenal lebih dekat, yuk!
Dituturkan salah seorang pegiatnya, Sapto Aji yang akrab disapa Aji, mereka yang kerap berkumpul tersebut berasal dari berbagai komunitas low rider di Bandung, Lembang, hingga Banjaran. Tercatat ada Slow Rider, Pedal Power, Luxurious, Rollerz, Highlander, dsb. Tongkrongan di Balai Kota itu bermula dari berdirinya komunitas Cruisers Van Java yang diinisiasi antara lain oleh Ade Dewanto dan Rinaldy, sekitar akhir tahun 2006. Cruisers Van Java yang kemudian berganti nama menjadi Flower City Rider itu sempat meraup cukup banyak peminat low rider di Bandung hingga belakangan kegiatan organisasinya meredup sebab para pegiatnya diterpa beragam kesibukan.